Deskripsi
VOSEDON 10 MG 10 TABLET mengandung domperidone. Domperidone merupakan merupakan obat golongan antiemetik yang bekerja dengan cara menghambat reseptor dopamin perifer sehingga meningkatkan peristaltik esofagus, menurunkan tekanan sfingter esofagus, motilitas dan peristaltik lambung, dan meningkatkan koordinasi gastroduodenal, sehingga memfasilitasi pengosongan lambung dan mengurangi waktu transit usus halus. Obat ini diindikasikan untuk mual & muntah akut serta dispepsia fungsional. Pada anak diindikasikan untuk mual & muntah yang disebabkan kemoterapi & radioterapi untuk kanker. Dalam penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS. Mual & muntah akut serta dispepsia fungsional. Pada anak diindikasikan untuk mual & muntah yang disebabkan kemoterapi & radioterapi untuk kanker
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dewasa: 10 mg, 3 kali sehari. Maks: 30 mg setiap hari. Durasi perawatan maksimal: 7 hari. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin. Anak: Anak umur <12 tahun <35 kg: 0,25 mg/kg diberikan hingga 3 kali sehari. Maks: 0,75 mg/kg setiap hari. Anak umur 12 tahun 35 kg: Sama seperti dosis dewasa.
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Hati-hati pada pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga kanker payudara, faktor risiko kematian jantung mendadak (misalnya riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, diabetes mellitus, obesitas, merokok, konsumsi alkohol berlebihan). Gangguan ginjal dan hati ringan. Anak-anak dan lansia. Ibu hamil dan menyusui. Informasikan kepada pasien Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk, jika terpengaruh, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin. Monitoring : EKG, fungsi ginjal pada awal dan secara berkala selama pengobatan. Kategori kehamilan : Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Signifikan: Peningkatan kadar prolaktin, reaksi hipersensitivitas (misalnya anafilaksis, angioedema). Jarang, efek samping neurologis atau ekstrapiramidal (pada anak-anak). Gangguan mata: Krisis okulogirik. Gangguan gastrointestinal: Mulut kering, diare, kram usus sementara. Gangguan umum dan kondisi situs admin: Asthenia. Gangguan sistem kekebalan: Urtikaria. Pemeriksaan penunjang: LFT abnormal. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, migrain, pusing, kejang-kejang. Gangguan kejiwaan: Kecemasan, agitasi, gugup, kehilangan libido, mengantuk. Gangguan ginjal dan kemih: Retensi urin. Sistem reproduksi dan gangguan payudara: Galaktorea, nyeri atau nyeri payudara, ginekomastia, amenore. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, pruritus. Berpotensi Fatal: Aritmia ventrikel yang serius, kematian jantung mendadak, perpanjangan interval QT, torsades de pointes.


Reviews
There are no reviews yet.