Indikasi
Kegunaan Fibrozol Tablet (Cilostazol) adalah untuk mengurangi gejala-gejala klaudikasio intermiten. Klaudikasio intermiten adalah gejala nyeri otot yang terjadi pada aktivitas ringan (nyeri, kram, mati rasa atau rasa lelah). Umumnya terjadi pada otot betis, yang terjadi saat berolahraga, seperti berjalan kaki, dan biasanya hilang dengan istirahat singkat. Klaudikasio intermiten umumnya terkait dengan penyakit arteri perifer tahap awal, dan dapat berlanjut ke iskemia ekstremitas kritis kecuali jika diobati atau faktor risiko dikurangi.Obat ini juga sering digunakan dalam pengobatan gejala iskemik termasuk ulserasi, nyeri dan gangguan ekstremitas, pada oklusi arteri kronis. Bisa juga digunakan untuk pencegahan kekambuhan infark serebral (tidak termasuk emboli kardiogenik serebral).
Konntra Indikasi
- Kontaindikasi terhadap pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap Cilostazol.
- Cilostazol dan beberapa metabolitnya merupakan penghambat fosfodiesterase III. Beberapa obat dengan efek farmakologis ini telah menyebabkan penurunan kelangsungan hidup dibandingkan dengan plasebo pada pasien dengan gagal jantung kelas III-IV.
- Kontraindikasi untuk pasien yang mengalami perpanjangan interval QT, predisposisi perdarahan (misalnya ulserasi peptik aktif, retinopati diabetes proliferatif, stroke hemoragik), hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik, angina pektoris tidak stabil, menjalani intervensi infark miokardial dalam 6 bulan terakhir.
- Kontraindikasi untuk pasien yang memiliki riwayat takikardia ventrikel, fibrilasi ventrikel, ektopik ventrikel multifokal, dan takiaritmia parah.
- Gangguan hati sedang atau berat atau kerusakan ginjal berat (CrCl ≤ 25 mL / menit).
- Penggunaan bersamaan dengan ≥2 obat antiplatelet atau antikoagulan tambahan.
Berikut adalah beberapa efek samping Fibrozol Tablet (Cilostazol) :
- Efek samping yang paling umum dari obat Fibrozol Tablet adalah pusing atau sakit kepala.
- Efek samping yang lain misalnya gangguan pencernaan seperti diare atau tinja tidak normal.
- Obat ini dapat menyebabkan takikardia, palpitasi, takiaritmia atau hipotensi. Pasien dengan riwayat penyakit jantung iskemik mungkin berisiko mengalami eksaserbasi angina pektoris atau infark miokard.
- Efek samping hematolog seperti trombositopenia atau leukopenia yang bisa berkembang menjadi agranulositosis kadang terjadi. Efek samping ini bersifat reversibel, akan berhenti jika penggunaan obat dihentikan.

Reviews
There are no reviews yet.