Kista Paraovarium : Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

[et_pb_section fb_built=”1″ theme_builder_area=”post_content” specialty=”on” _builder_version=”4.20.0″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_row_inner _builder_version=”4.20.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.20.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.20.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″ link_text_color=”#0C71C3″]

Kista parovarium adalah kista yang terletak di dekat saluran tuba dan ovarium, berisi udara, cairan, atau bahan semi-padat. Sebagian besar kista parovarium tidak menimbulkan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya atau diangkat dengan operasi. Kista parovarium terletak di ligamen yang menghubungkan saluran tuba dan ovarium. Sebanyak 68 persen sel di dalam kista berasal dari mesothelial, 30 persen berasal dari sisa embrionik dari saluran paramesonefrik, dan 2 persen dari saluran mesonefrik.

 

Penyebab Kista Paraovarium

Penyebab utama terbentuknya kista parovarium masih belum diketahui secara pasti. Kista parovarium dapat ditemukan pada rentang usia yang luas, paling sering terjadi pada wanita berusia tiga puluh hingga lima puluh tahun. Ketika kondisi berkembang secara klinis, sebagian besar pasien mengalami gejala pencernaan seperti perasaan penuh dan sakit di perut bagian bawah. Beberapa orang juga melaporkan gejala pada saluran kemih seperti frekuensi buang air kecil yang meningkat dan demam.

Baca Juga : Kista Bartholin dan Kista Ovarium

 

Gejala Kista Paraovarium

Kista parovarium biasanya tidak menimbulkan gejala, sehingga biasanya kista dapat didiagnosis sebagai massa panggul secara kebetulan menggunakan ultrasonografi saat melakukan pemeriksaan untuk memeriksa kondisi lain. Sulit untuk membedakan kista parovarium dari massa ovarium secara klinis, sehingga pemeriksaan penunjang diperlukan untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan meliputi ultrasonografi dan pemeriksaan patologis. Ultrasonografi sangat bermanfaat dalam memastikan diagnosis klinis kista parovarium. Pemeriksaan patologis perlu dilakukan untuk membedakan kista dengan tumor seperti sist adenokarsinoma dan karsinoma papiler.

 

Cara Mengatasi Kista Paraovarium

Cara mengatasi kista parovarium tergantung pada ukuran, jenis, dan gejala yang dialami pasien. Jika kista kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin akan memantau kista dengan ultrasonografi secara teratur. Jika kista besar atau menimbulkan gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat kista.

 

Dalam menghadapi kista parovarium, pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter kandungan sangat penting. Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter dan menjalani pengobatan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu mengatasi masalah kista parovarium.


Jika dirasa masih ada yang kurang dari penjelasan diatas bestie bisa langsung konsultasikan ke dokter kami di Plazamedis

Jangan lupa juga untuk selalu periksakan kesehatan janin bestie dengan melakukan USG 4D hanya di Plazamedis!

Mau USG Dengan Dokter Perempuan, Gratis Konsultasi ??
Klik Disini Dan Dapatkan Promo CASHBACK

[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover” global_module=”987466610″ theme_builder_area=”post_content” width=”100%”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]