Apa Itu Turun Berok (Hernia) – Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

[et_pb_section fb_built=”1″ theme_builder_area=”post_content” specialty=”on” _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_row_inner _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” link_text_color=”#0C71C3″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Apa itu turun berok – Bestie apa kabar semuanya? Semoga baik-baik saja ya! Pada kesempatan kali ini plazamedis akan mengajak bestie untuk berkenalan dengan Hernia atau yang biasa disebut turun berok! Yuk simak penjelasanya dibawah ini!

Apa Itu Turun Berok atau Hernia
Organ-organ yang berada di dalam tubuh dapat tetap berada di posisinya masing-masing karena adanya jaringan ikat pada tubuh yang seharusnya sudah cukup kuat untuk menahan organ-organ tersebut. Tetapi, ada beberapa kondisi dan faktor yang menyebabkan jaringan ikat melemah danmenyebabkan organ mudah menonjol bila menerima tekanan.


Cara mengatasi hernia tergantung pada jenisnya lho bestie. Dokter dapat meresepkan obat-obatan atau menjalankan tindakan operasi pada bestie.

Penyebab Hernia

Hernia atau turun berok terjadi ketika organ tubuh bestie menonjol keluar melalui jaringan di sekitarnya yang melemah. Penyebabnya juga bisa bervariasi lho, antara lain:

  • Pertambahan usia atau penuaan
  • Terlalu sering mengangkat beban berat
  • Menjalani operasi perut
  • Berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Batuk kronis 
  • Sembelit

Selain kondisi di atas, ada pula faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia, di antara lain:

  • Terlahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah
  • Memiliki keturunan yang menderita hernia
  • Dan Pernah menjalani operasi perbaikan hernia

Kapan harus ke dokter

Pemeriksaan dan penanganan perlu segera dilakukan pada bestie jika:

  • Nyeri muncul mendadak dan terasa sangat parah
  • Benjolan pada hernia berubah warna menjadi ungu atau hitam
  • Benjolan pada hernia terasa sakit dan mengeras seperti batu
  • Sulit buang air besar atau buang angin
  • Mual dan muntah-muntah hebat
  • Demam

Diagnosis Hernia

Pertama-tama dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala dan riwayat penyakit pada bestie, dilanjutkan dengan pemeriksaan pada bestie. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap bestie, seperti:

  • USG, untuk melihat bagian dalam organ perut dan panggul bestie
  • Foto Rontgen, untuk memeriksa kerongkongan, lambung, dan usus
  • CT scan, untuk memeriksa lebih detail organ-organ bagian dalam rongga perut pada bestie
  • MRI, untuk mendeteksi adanya robekan pada otot perut, meskipun tidak terlihat benjolan
  • Endoskopi, untuk memeriksa bagian dalam kerongkongan dan perut

Baca Juga : Kapan USG Abdomen dibutuhkan ?

Pengobatan Hernia

Setelah menentukan diagnosis, dokter akan menentukan penanganan yang tepat sesuai jenis hernia dan kondisi pada bestie. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah:

Pemberian obat-obatan

Pemberian obat-obatan dapat dilakukan pada penderita hernia hiatus. Obat-obatan ini berfungsi menurunkan asam lambung guna meredakan gejala yang dirasa oleh bestie. 

Operasi

Jika dirasa sudah parah,dokter akan melakukan operasi untuk mengatasi hernia dapat dilakukan dengan bedah terbuka atau operasi lubang kunci.

Pencegahan Hernia

Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hernia pada bestie:

  • Berhenti merokok
  • Berolahraga secara rutin
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Mengonsumsi makanan sehat, penuh gizi lengkap dan seimbang
  • Memperbanyak asupan serat untuk mencegah sembelit
  • Tidak mengangkat beban di luar kemampuan, termasuk olahraga angkat beban

[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover” global_module=”987466610″ theme_builder_area=”post_content”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]