Apa itu Long Covid

[et_pb_section fb_built=”1″ specialty=”on” _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″][et_pb_row_inner _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_text _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Apa itu Long Covid – Menetap nya gejala selama beberapa waktu setelah dinyatakan sembuh. Pada sebagian orang, beberapa gejala dapat bertahan atau muncul kembali setelah berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah pulih.

Apa itu Long Covid

Berdasarkan survey telepon, orang dewasa dengan gejala dan hasil pemeriksaan SARS-Cov-2 positif, 35% belum kembali ke kondisi kesehatan, biasanya recovery saat diwawancara 2-3 minggu setelah dilakukan pemeriksaan.

Adapun faktor risiko terjadinya long covid adalah hipertensi, obesitas, kondisi kesehatan mental.

  • Apa yang dilakukan bila mengalami hal ini?
  • Jangan khawatir, long covid ini menular.
  • Tetap lakukan aktifitas seperti biasa dan sesuaikan dengan batas tolerasi tubuh.
  • Lakukan kontrol rutin ke dokter untuk memonitor kondisi.
  • Saat ini belum ada penanganan khusus terhadap long covid, hanya pengobatan suportif dan sesuai gejala.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.9″ body_font=”|700|||||||” body_text_color=”#000000″ background_color=”#e8e8e8″ custom_padding=”10px|10px|10px|10px|true|true” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” border_color_all__hover_enabled=”on|hover” border_color_all__hover=”#eb3155″ body_text_color__hover_enabled=”on|hover” body_text_color__hover=”#eb3155″ global_module=”987466610″][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]