Sunat Gagal dan butuh Perbaikan – Sunat gagal menjadi mimpi buruk tiap anak yang melakukan tindakan sirkumsisi atau memotong kulit ujung penis nya (kulup) demi menjaga kesehatan. Kegagalan bisa ditandai dengan kulit kulup yang kembali tumbuh, hingga nyaris menutup kepala penis.
Sunat Gagal dan butuh Perbaikan
Sunat gagal disini bukan karena kegagalan sunat/cedera tapi karena kulit yang terpotong kurang banyak sehingga tidak sesuai prinsip sirkumsisi.
Dalam prinsip sirkumsisi, kulit kulup harus terpotong mulai dari ujung hingga lingkaran di kepala penis (korona). Kondisi yang disebut sunat gagal bisa disebabkan berbagai faktor, misal burried penis atau penis yang tenggelam. Penis menjadi terlihat kecil karena tertarik ke dalam akibat tubuh yang terlalu gemuk.
Dokter biasanya menyarankan pasien burried penis yang akan disunat mendapat bius total. Selanjutnya, dokter akan menyunat dan menerapkan teknik recovery supaya penis tidak kembali tenggelam. Hasil sunat tentunya memenuhi prinsip sirkumsisi untuk kesehatan pasien.
Lain halnya dengan anak gemuk, teknik memotong kulup pada anak bertubuh gemuk berbeda dari biasanya. Jika pada anak normal bisa menggunakan teknik tanpa dijahit, lain halnya dengan burried penis, kulupnya harus dipotong sesuai marker atau tanda yang diberikan oleh tenaga medis.
Digunting nya harus ngukur dulu kulitnya berapa tebal berapa panjang. Kita juga asumsikan kalau sudah besar ereksi bagaimana berapa senti sisa kulitnya. Nah dari situ kita bikin marker kemudian dipotong sesuai dengan marker itu kemudian dijahit. Yang biasa nggak pakai marker. Kalau ini harus dijahit.
Kondisi burried penis tentunya hanya bisa dinilai oleh dokter yang memiliki kompetensi tersebut. Burried penis yang tidak terdeteksi cukup berisiko bagi pasien dan tenaga kesehatan yang melaksanakan sunat. Tenaga kesehatan kesulitan melakukan operasi, sementara pasien mulai merasakan nyeri akibat prosedur medis.
Penis Miring atau Melintir
Selain itu, penyebab sunat gagal bisa dikarenakan kondisi bawaan yang membuat penis miring. Kondisi penis yang seperti itu juga bisa menyulitkan petugas medis yang melakukan prosedur sunat.
Jadi anak yang punya penis melintir, itu variasi normal. Itu ada penis yang rotasi. Kalau penis kan ke depan, nah dia enggak. Miring. Bawaan lahir. Itu menyulitkan waktu motongnya.
Sunat yang disebut gagal juga bisa terjadi karena rasa panik akibat kepala penis yang terpotong. Darah yang keluar berisiko mengakibatkan panik hingga prosedur sunat dipercepat meski hasilnya tidak maksimal.
Karena itu sangat penting menerapkan teknik operasi yang tepat pada pasien sunat. Selain teknik operasi, cara menjahit luka juga menentukan keberhasilan sunat dan proses penyembuhan nya.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.9″ body_font=”|700|||||||” body_text_color=”#000000″ background_color=”#e8e8e8″ custom_padding=”10px|10px|10px|10px|true|true” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” border_color_all__hover_enabled=”on|hover” border_color_all__hover=”#eb3155″ body_text_color__hover_enabled=”on|hover” body_text_color__hover=”#eb3155″ global_module=”987466610″][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]