Trik membujuk anak agar mau disunat

[et_pb_section fb_built=”1″ specialty=”on” _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″][et_pb_row_inner _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default”][et_pb_text _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Trik membujuk anak agar mau disunat – Sunat atau khitan merupakan suatu hal kewajiban bagi seorang laki-laki supaya ibadahnya lebih sempurna. Sedangkan untuk yang non-muslim, dengan melakukan sunat dapat menjaga kesehatan tubuh dari infeksi virus, jamur dan bakteri patogen.

Trik membujuk anak agar mau disunat

Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum  dan caedere.

Dengan menuturinya seperti itu, terkadang anak dapat langsung mempercayainya. Akan tetapi, tak sedikit anak malah merasa sedang dibohongi. Jika sudah seperti itu, Anda sebaiknya mengatakan yang sejujurnya. Anda bisa menjelaskan seperti ini, sunat memang terasa sakit, akan tetapi hanya sebentar saja kok, seperti digigit semut rasanya.

  1. Beri iming-iming hadiah

Bila kedua cara kurang membantu Anda membujuk anak Anda, anda dapat menjanjikan pemberian hadiah kepada si anak. Atau mungkin saat sunatan diadakan upacara-upacara adat supaya lebih meriah. Bayang-bayang takut sunat pada anak akan tenggelam oleh kemeriahan upacara khitan Anak.

  1. Ceritakan pengalaman orang lain.

Anak suka sekali mendengar pengalaman papanya waktu disunat, atau cerita kakaknya bisa juga teman-temannya. Disini pasti anak akan banyak pertanyaan, ceritakan pengalaman yang bisa memotivasi anak agar mau disunat.

  1. Anak pemberani

Katakan pada anak anda, bahwa dia seorang pemperani, tidak takut disunat dll.

  1. Menjelang hari “H”, jauhkan anak-anak dengan teman sebayanya

Nah, jangan anggap sepele yang terakhir ini. Anda harus menjauhkan anak Anda dari pengaruh perkataan teman-temannya yang menaku-nakuti si anak menjelang acara sunatannya, semoga bermanfaat.

Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Alasan tindakan ini masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan pada Yang Mahakuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk mengubah estetika atau seksualitas. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan, Amerika, dan Filipina.

[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.9″ body_font=”|700|||||||” body_text_color=”#000000″ background_color=”#e8e8e8″ custom_padding=”10px|10px|10px|10px|true|true” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” border_color_all__hover_enabled=”on|hover” border_color_all__hover=”#eb3155″ body_text_color__hover_enabled=”on|hover” body_text_color__hover=”#eb3155″ global_module=”987466610″][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]